Kuis Kimia (Saintek)


  1. Berikut merupakan persamaan reaksi pembentukan gas SO3:

    SO2(g)  + O2(g)  → SO3(g)

    Jika gas oksigen yang digunakan sebanyak 12 L, maka volume gas SO3 yang dihasilkan adalah....

  2. Sebanyak 12 gram zat nonelektrolit memiliki tekanan osmotik sebesar setengah dari tekanan osmotik 5,85 gram garam dapur. Jika volume larutan zat non elektrolit sama dengan volume garam dapur yaitu 500 mL. Berapakah massa molekul relatif zat non elektrolit tersebut? (Ar Na = 23; Cl = 35,5)

  3. Perhatikan reaksi pembentukan amonia berikut:

    N2(g)      +  H2(g)     â‡Œ NH3(g)

    Pada suhu dan tekanan yang sama, perbandingan volume gas-gas yang terlibat dalam reaksi tersebut secara berurutan adalah....

  4. Diketahui limas segitiga P.ABC. Titik-titik K, L, M berturut-turut adalah titik tengah-titik tengan PA, PB, dan PC. Dibuat bidang pengiris KLM. Perbandingan volum limas P.KLM dengan limas terpancung ABC KLM adalah....

  5. Larutan A memiliki konsentrasi Na2SO4 sebesar 0,2 M, sedangkan larutan B memiliki konsentrasi sukrosa sebesar 0,5 M. Perbandingan tekanan osmotik larutan A terhadap larutan B pada temperatur yang sama adalah ....


  6. Diketahui beberapa reaksi kimia berikut ini.

    (i) CH3 – CH2 – CHO + H2 → CH3 – CH2 – CH2 – OH

    (ii) CH3 – CO – Cl + CH3 – OH → CH3 – COO – CH3 + HCl

    (iii) CH3 – CH2 – Cl → CH2 = CH2 + HCl

    Pernyataan yang BENAR atas reaksi di atas adalah ....

    1. reaksi (i) merupakan reaksi reduksi.

    2. reaksi (ii) merupakan reaksi substitusi.

    3. reaksi (iii) merupakan reaksi eliminasi.

    4. reaksi (i) merupakan reaksi adisi.

  7. Suatu senyawa dengan Mr = 55 mengandung 60% massa unsur X (Ar = 16) dan sisanya unsur Y (Ar = 23). Rumus molekul senyawa tersebut adalah....

  8. Senyawa organik dengan rumus molekul C5H12O jika dioksidasi akan menghasilkan senyawa dengan gugus keton. Senyawa tersebut adalah ....

  9. Senyawa berikut yang dapat membentuk ikatan hidrogen adalah....

    1. H2O

    2. HCl

    3. C2H5OH

    4. CH3OC2H5

  10. Proses pemurnian belerang yang dilakukan oleh Frasch dikenal juga dengan proses penambangan sumur panas. Konsep kerjanya adalah dengan mengalirkan air panas kedalam sumur galian yang terdapat deposit belerang, sehingga belerang akan meleleh dan mengapung pada permukaan air. Namun diawal proses ini, Frasch mengalami permasalahan. Suhu tertinggi dari air panas adalah 100oC, namun belerang memiliki titik lebur pada suhu 101,6C.

    Analisis, cara manakah di bawah ini yang paling tepat untuk menyelesaikan masalah yang dihadapai Frasch? (diketahui KIM4 Ar S = 32 g/mol, Ar H = 1 g/mol, O = 16 g/mol).





Skor

/10